Tak Berkategori

Mau Tetap Sehat dan Aktif di Usia 50-an? Ikuti 5 Cara Berikut Ini

Memasuki usia 50 tahun ke atas, kebugaran tubuh bisa jadi mulai berkurang dibandingkan saat berusia lebih muda. Hal ini umumnya ditandai dengan tenaga (energi), massa otot, hingga kekuatan tulang yang perlahan mulai berkurang.
Meski begitu, bukan berarti orang berusia 50 tahun ke atas tidak bisa tetap sehat dan aktif. Dengan cara dan langkah yang tepat, Anda dapat menjaga kebugaran tubuh untuk tetap sehat dan aktif di hari tua.

Ingin tahu cara apa saja yang bisa Anda lakukan? Simak 5 kiat sehat dan aktif di usia 50-an dilansir dari Healthline berikut ini.

1. Olahraga Teratur

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat, serta meningkatkan mobilitas agar selalu aktif adalah dengan berolahraga secara teratur. Semakin banyak bergerak, maka tubuh akan makin dapat melawan infeksi dan peradangan sebab aktivitas fisik juga bisa menjadi booster untuk sistem kekebalan tubuh.

Meski telah memasuki usia 50-an, Anda tetap disarankan untuk berolahraga secara rutin dan teratur guna menjaga kesehatan. Cara ini juga dapat bantu meningkatkan energi dan stamina. Anda bisa coba praktikkan olahraga ringan, seperti berjalan, lari santai, atau yoga di rumah.

2. Istirahat yang Cukup

Yang juga penting untuk diperhatikan seiring bertambahnya usia adalah waktu beristirahat. Semakin bertambah usia, Anda perlu memperbanyak waktu istirahat karena tubuh membutuhkan lebih banyak waktu untuk memperbaiki diri sendiri.

Tidur yang cukup juga penting bagi kesehatan dan kebugaran karena ia berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, istirahat malam yang baik juga dapat bantu meningkatkan konsentrasi dan memori.

3. Konsumsi Suplemen

Ada beberapa suplemen yang bisa dikonsumsi oleh orang yang beranjak lanjut usia sesuai kebutuhan. Suplemen ini umumnya diperlukan untuk meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas tubuh. Dengan konsumsi suplemen, Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Suplemen juga umumnya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang, mengurangi rasa sakit kronis, hingga menjaga tingkat stres.

4. Kelola Stres

Tahukah Anda? Stres yang parah dapat mengganggu berbagai fungsi dalam tubuh hingga mengurangi mobilitas. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengelola stres terlebih di usia 50-an.

Tingkat stres yang tinggi bisa menyebabkan banyak penyakit, seperti tekanan darah tinggi, mulas, hingga risiko penyakit jantung. Karenanya, penting bagi Anda untuk mengelola stres demi kesehatan di hari tua. Pengelolaan stres dapat dilakukan dengan teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan latihan pernapasan yang bantu Anda tetap sehat dan aktif di hari tua.

5. Jaga Pola Makan Sehat

Meski terdengar umum, langkah yang satu ini sering kali tanpa disadari kurang diperhatikan. Padahal, konsumsi makanan yang sehat dan tepat bisa berdampak besar pada kesehatan dan mobilitas Anda.

Memasuki usia 50-an, penting bagi Anda untuk memenuhi diet penuh buah dan sayur yang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat melindungi Anda dari bakteri dan virus berbahaya, sehingga Anda tetap sehat dan aktif di hari tua.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp

Psst! Ini 10 Siasat Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal dari Serangan Penyakit

Siapa yang mau kena serangan suatu penyakit? Tentu tidak ada. Ya, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaganya. Berikut beberapa cara menjaga kesehatan tubuh yang mesti Anda lakukan.

Cara menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit

1. Makan sayuran hijau

Sayuran hijau dan berdaun kaya akan vitamin yang membantu Anda menjaga diet seimbang dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Menurut sebuah peercobaan yang dilakukan pada tikus, makan sayuran criciferous, seperti brokoli, kembang kol, dan kol, dapat membantu mengirimkan sinyal kimia ke tubuh yang meningkatkan protein pada permukaan sel yang diperlukan untuk membuat kerja sistem kekebalan tubuh lebih optimal.

Dalam penelitian ini, tikus sehat yang tidak makan sayuran hijau mengalami penurunan potein permukaan sel sebesar 70-80 persen.

2. Konsumsi vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gejala seperti pertumbuhan tulang yang buruk, masalah jantung, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Makanan yang mengandung sumber vitamin D terbaik antara lain kuning telur, jamur, ikan salmon, ikan tuna, dan hati sapi. Anda juga bisa membeli suplemen vitamin D dan pilih yang mengandung D3 (cholecalciferol), karena ini baik dalam meningkatkan kadar vitamin D dalam darah Anda.

Namun sebelum mengnsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter.

3. Olahraga rutin

Tetap aktif dengan melakukan olahraga secara rutin. Anda bisa mulai dengan olahraga yang ringan seperti berjalan kaki. Olahraga dengan teratur bisa membuat Anda bugar dan langsing.

Selain itu, sebuah penelitian membuktikan bahwa olahraga teratur dapat mencegah peradangan dan penyakit kronis, mengurangi stres, serta mempercepat peredaran sel darah putih dalam melawan penyakit.

4. Minum teh hijau

Teh hijau telah dikaitkan dengan kesehatan yang baik. Manfaat kesehatan teh hijau mungkin karena tingginya tingkat antioksidan, yang disebut flavonoid. Sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Maka itu, karena mudah untuk dilakukan cara menjaga kesehatan tubuh yang satu ini sudah banyak dilakukan.

5. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup merupakan salah satu kunci dari kekebalan tubuh yang kuat. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang tidur minimal delapan jam setiap malam selama dua minggu menunjukkan bahwa tubuh lebih kebal dari serangan virus dan kuman bakteri. Sementara, orang yang kurang dari 6 jam setiap malam akan 4 kali lebih mudah mengalami flu karena virus dibandingkan orang yang tidur 7 jam atau lebih.

Hal ini disebabkan oleh sitokin yang dilepaskan tubuh selama tidur yang lama. Sitokin adalah sejenis protein yang membantu tubuh melawan infeksi dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Kelola stres Anda

Stres sudah terbukti dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat orang menjadi mudah terserang penyakit.

Kortisol membantu melawan peradangan dan penyakit. Pelepasan hormon secara konstan pada orang yang mengalami stres kronis ternyata dapat mengurangi kemampuan hormon tersebut.

Hal ini dapat mengakibatkan tubuh mengalami peradangan dan rentan terhadap penyakit. Jadi salah satu cara menjaga kesehatan tubuh yang tepat adalah dengan mengendalikan stres. Anda bisa coba lakukan latihan yoga atau meditasi untuk mengendalikan atau menghilangkan stres.

7. Bersosialisasi dengan orang disekitar

Rasa kesepian sering dikaitkan sebagai pemicu dari beberapa penyakit, terutama pada orang yang baru sembuh dari operasi jantung.

Penelitian yang diterbitkan dalam American Psychological Association menunjukkan bahwa isolasi sosial dapat meningkatkan stres, yang memperlambat respon kekebalan tubuh dan kemampuan untuk menyembuhkan dengan cepat.

8. Menjaga kebersihan

Cara menjaga kesehatan lainnya adalah dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkukan sekitar. Dengan begitu, Anda terhindar dari serangan berbagai penyakit. Berikut adalah beberapa cara menjaga kebersihan yang baik:

  • Mandi setiap hari
  • Cuci tangan Anda sebelum makan atau menyiapkan makanan, dan setelah makan.
  • Cuci tangan Anda sebelum memasukkan lensa kontak atau melakukan aktivitas lain yang membuat Anda bersentuhan dengan mata atau mulut.
  • Cuci tangan Anda selama 20 detik dan gosok di bawah kuku jari Anda.
  • Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu saat batuk atau bersin.

9. Coba konsumsi probiotik

Peneltian menunjukan bahwa orang yang mengalami stres yang mendapat probiotik, mengalami sakit dalam jangka waktu yang lebih sedikit.

10. Hindari alkohol

Penelitian menunjukan bahwa minum alkohol dapat merusak sel dendritik, yaitu komponen penting dari sistem kekebalan tubuh. Seiring berjalannya waktu, sering minum alkohol dapat meningkatkan seseorang terhadap infeksi bakteri dan virus.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam di Journal Clinical and Vaccine Immunology membandingkan sel dendritik dan respon sistem kekebalan tubuh pada tikus yang diberi alkohol dengan yang tidak diberi alkohol.

Alkohol menekan kekebalan pada tikus sampai tingkat yang berbeda-beda. Dokter mengatakan bahwa penelitian ini membantu menjelaskan mengapa vaksin kurang efektif untuk orang dengan kecanduan alkohol.

Psst! Ini 10 Siasat Menjaga Kesehatan Tubuh Agar Kebal dari Serangan Penyakit Read More »

Angka Konfirmasi Kasus Melebihi Delta, Namun Bed Occupancy Ratio (BOR) Masih Rendah

Hingga Selasa (15/2), pasien yang dirawat di rumah sakit terus terkendali secara nasional. Angka pasien yang dirawat di rumah sakit berada di posisi 33%. Rumah sakit masih cukup memadai untuk merawat pasien COVID-19 di fase Omicron ini. Bahkan per hari ini, jumlah total tempat tidur perawatan dan intensif COVID-19 ditambah dari 88.485 menjadi 91.018. Meski kasus konfirmasi harian sudah melebihi puncak delta di posisi 57.049 hari ini, dan di beberapa daerah sudah melebihi kasus konfirmasi harian pada gelombang Delta 2021 lalu, pasien yang dirawat di rumah sakit masih bisa terkendali.
Sejauh ini tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit untuk pasien masih memadai. Belum ada daerah dengan tempat tidur dan perawatan intensifnya di angka 60% di Indonesia. DKI Jakarta sejauh ini, dari 15.313 tempat tidur isolasi yang disediakan baru terisi 54,9%. Begitu juga dengan tempat tidur ICU yang tersedia 921, baru terisi 44,1%. Berbeda halnya dengan kondisi Delta, dimana DKI Jakarta merawat pasien COVID-19 sebanyak 18.824 di masa puncak gelombang Delta.
”Perlu kami imbau dengan tegas kembali pasien dengan tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan hendaknya dirawat secara isolasi mandiri (isoman) atau isolasi terpusat (isotar) yang disediakan pemerintah. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit karena memiliki gejala sedang, berat, kritis, dan memiliki komorbid,” uajr dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes.
Catatan hingga 13 Februari lalu, pasien OTG dan ringan yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar tidak perlu terapi oksigen masih mendominasi. Dari 20.920 pasien dirawat di rumah sakit per 13 Februari 2022, 4.037 di antaranya OTG dan 9.664 bergejala ringan. Ini artinya 65,49% dari pasien bisa isoman di rumah atau di isoter di tempat yang disediakan pemerintah selain di rumah sakit.
”Layanan telemedisin dan pengantaran obat bagi pasien isoman sudah jauh lebih baik dan lebih siap melayani pasien sejak kita melakukan percepatan pelayanan 29 Januari 2022 lalu,” terang dr. Nadia.
Dari 130.346 pasien yang menghubungi layanan telemedisin, 97% sudah berkonsultasi jarak jauh dengan dokter atau tenaga kesehatan dan menerima resep elektronik dari layanan telemedisin. Lalu 85% di antaranya sudah menerima paket obat gratis dari Kemenkes di hari yang sama atau H+1. Sisanya H+2 14% dan H+3 1%. Kemenkes akan terus memperbaiki kinerja untuk meningkatkan pengiriman obat hingga maksimal pasien menerima obat H+1.
Kendati begitu masih sedikit pasien isolasi mandiri yang memanfaatkan layanan telemedisin gratis ini. Sejak 17 Januari 13 Februari 2022, dari 346,930 kasus terkonfirmasi COVID-19 130,346 (38%) pasien yang melakukan layanan telemedisin.”Dengan mengurangi beban rumah sakit dan tenaga kesehatan kita, pasien yang memiliki gejala sedang hingga kritis jadi tertangani dengan lebih baik dan mengurangi risiko terburuk akibat COVID-19. Sekali lagi kami menghimbau agar pasien OTG dan bergejala ringan segera memanfaatkan layanan telemedisin maupun isolasi terpusat yang akan dilayani oleh tenaga medis kita,” pesan dr. Nadia.
Selain itu, Kemenkes mengimbau agar masyarakat segera melengkapi vaksinasi COVID-19 dua dosis. Ini untuk mencegah agar masyarakat tidak bergejala berat dan terhindar risiko kematian apabila terinfeksi COVID-19. Vaksinasi masih menjadi pencegahan yang efektif ditambah prokes yang ketat. Hingga Selasa (15/2) pukul 12.00 WIB, 188,5 juta (90,55%) penduduk Indonesia yang sudah divaksinasi dosis 1, dan 136,6 juta (65,61%) penduduk Indonesia divaksinasi dosis 2. 7,2 juta (3,49%) penduduk sudah melaksanakan vaksinasi booster.

Angka Konfirmasi Kasus Melebihi Delta, Namun Bed Occupancy Ratio (BOR) Masih Rendah Read More »